Sukabumi – Civitas akademika MIN 1 Sukabumi mengadakan kegiatan penanaman 100 pohon sebagai Momentum Student Invest for A Better Earth dengan Aksi Tanam Pohon Serentak 500 titik di Madrasah dan Pondok Pesantren se-Jawa Barat. Neneng Nurbaeti selaku Kepala MIN 1 Sukabumi menyampaikan bahwa sudah saatnya kita berkontribusi ke Bumi dengan menanam pohon dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. (09/05)

Selanjutnya Neneng Nurbaeti mengatakan penanaman pohon dalam skala banyak mampu mendukung tumbuhnya hutan lestari sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Sedangkan, fungsi konservasi mencakup konservasi udara, air dan lahan.

“Konservasi dari sisi udara, pohon dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Keberadaannya mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim. Konservasi air, maksudnya meningkatkan ketersediaan debit sumber mata air dan sungai. Dengan penanaman pohon-pohon tertentu dapat menjadi penyelamat mata air. Dari sisi konservasi lahan, mampu mengeliminir bencana alam karena erosi seperti tanah longsor dan banjir,” jelasnya.

Lebih spesifik, Ia menekankan gerakan tanam pohon sebagai gerakan tanam kebaikan. ”Penanaman pohon sebagai bukti kepedulian cinta dari manusia terhadap bumi yang dipijak dan lingkungan hidup disekitarnya. Dari masa ke masa, gerakan penanaman pohon harus terus dipicu, dipacu dan didongkrak,“ imbuhnya.

“Mari kita tanam pohon dengan penuh kesadaran dan ketulus ikhlasan. Sebab, kita tanam hari ini belum tentu kita yang yang akan memanennya, tetapi menjadi warisan kepada anak cucu generasi penerus kelak. Mari tanam dimanapun kapanpun dan siapapun karena kelestarian lingkungan hidup menjadi tanggung jawab semua komponen baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,“ ajaknya. Diakhir sambutannya Neneng Nurbaeti menyampikan, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Poondokkasolandeuh. Harapan dari kegiatan penanaman 100 dan Tadabur Alam ini adalah sebuah ikhtiar agar siswa-siswi mempunyai karakter peduli terhadap alam sekitar.

Aksi Tanam Pohon Serentak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *